Not Alone

一人じゃない(hitorijanai)

Renungan

Bolehkah Kita Komplain pada Tuhan?

Posted by pearl_jo87 on January 14, 2014 at 9:55 AM


"Berapa lama lagi, TUHAN, Kaulupakan aku terus-menerus? Berapa lama lagi Kausembunyikan wajah-Mu terhadap aku? Berapa lama lagi aku harus menaruh kekuatiran dalam diriku, dan bersedih hati sepanjang hari? Berapa lama lagi musuhku meninggikan diri atasku?" Mazmur 13:2-3

Tidak semua hal terjadi sesuai yang kita inginkan.. Tidak semua rencana berjalan seperti yang direncanakan.. Penantian yang tidak kelihatan akhirnya.. Tidak disangka ada di dalam situasi yang tidak diinginkan.. Belum selesai satu masalah, muncul masalah yang lain..

 

"Pada suatu kali bangsa itu bersungut-sungut di hadapan TUHAN tentang nasib buruk mereka, dan ketika TUHAN mendengarnya bangkitlah murka-Nya, kemudian menyalalah api TUHAN di antara mereka dan merajalela di tepi tempat perkemahan." Bilangan 11:1

Banyak hal yang bisa membuat kita mengeluh.. Daud mengeluh.. Bangsa Israel pun mengeluh..  Apakah kita mengeluh seperti Daud atau seperti Bangsa Israel?

Apakah perbedaan antara komplain Daud dengan Bangsa Israel? Mengapa Tuhan sampai murka karena komplain dari Bangsa Israel?

 


Mari kita baca kembali Bilangan 11:1 di atas.. Bangsa Israel komplain tentang nasib buruk mereka..

Mereka berfokus pada keinginan diri mereka sendiri.. Mereka ingin semua hal terjadi sesuai dengan yang mereka inginkan.. Mereka ingin semua rencana berjalan seperti yang mereka rencanakan.. Mereka tidak ingin diproses oleh Tuhan.. Mereka ingin hidup nyaman tanpa masalah... Mereka tidak ingin tahu apa sebenarnya tujuan Tuhan membawa mereka di situasi yang sulit.. Mereka hanya melihat situasi yang mereka hadapi sangat sulit dan tidak menginginkannya.. Mereka protes pada Tuhan mengapa nasib mereka buruk? Mereka mengeluh tentang masalah yang seharusnya tidak ingin mereka alami.. Mereka menyalahkan Tuhan....

 


Mari kita baca kembali Mazmur 13:2-3 di atas.. Daud mengeluh BUKAN tentang nasibnya.. Daud mengeluh BUKAN tentang masalahnya.. Daud mengeluh tentang :

1. Tuhan yang diam dan belum menolong Daud

 

2. Dirinya yang kuatir dan bersedih sepanjang hari

3. Musuhnya yang meninggikan diri atasnya

 


Daud tidak berfokus pada keinginannya.. Daud tidak mempermasalahkan situasi sulit yang dia hadapi.. Daud tidak mengeluh mengapa semua hal tidak terjadi sesuai dengan yang dia inginkan.. Daud tidak mengeluh mengapa semua rencana tidak berjalan seperti yang dia rencanakan.. Daud tidak mengeluh hidupnya yang tidak nyaman.. Daud tidak menyalahkan Tuhan..

 


1. Daud merindukan Tuhan segera menolong dia sehingga dia komplain pada Tuhan "Berapa lama lagi, TUHAN, Kaulupakan aku terus-menerus? Berapa lama lagi Kausembunyikan wajah-Mu terhadap aku"

Kata "berapa lama lagi" ini menunjukkan kerinduan untuk segera diingat oleh Tuhan dan ditolong oleh Tuhan..

Kata "berapa lama lagi" ini menunjukkan bahwa Daud tidak menyalahkan Tuhan yang masih diam dan belum menolongnya..

Kata "berapa lama lagi" ini menunjukkan bahwa Daud masih mau sabar menanti pertolongan Tuhan dan hanya bertanya harus sampai kapan penantiannya..

Kata "berapa lama lagi" ini menunjukkan bahwa pengharapan Daud hanya pada Tuhan

 

Kata "berapa lama lagi" ini menunjukkan bahwa Daud tidak berfokus pada keinginannya supaya masalahnya cepat selesai tetapi mencari tau sampai kapan Tuhan memproses dirinya

 


2. Daud kuatir dan bersedih sepanjang hari.. Mungkin menurut kita wajar jika kita kuatir dan bersedih karena masalah yang kita hadapi.. Tetapi, bagi Daud, hal ini tidak wajar.. Bagi Daud, tidak seharusnya anak Tuhan kuatir dan bersedih sepanjang hari.. Bagi Daud, seharusnya anak Tuhan selalu bersukacita dan tidak kuatir akan hidupnya.. Karena itulah Daud tidak tahan dengan sikapnya yang menaruh kekuatiran dalam dirinya dan bersedih sepanjang hari.. Daud sadar bahwa dirinya yang salah yang menaruh kekuatiran dalam dirinya.. Daud tidak ingin kuatir terus dan bersedih sepanjang hari hingga ia menanyakan "berapa lama lagi?"

 

 


3. Daud tidak ingin musuhnya meninggikan diri atas dirinya.. Bagi Daud, seharusnya anak Tuhan memenangkan pertempuran melawan musuh-musuh (baca: masalah-masalah) sehingga nama Tuhan dimuliakan.. Jangan sampai musuh-musuh yang tidak mengenal Tuhan merasa lebih hebat dari Tuhan karena bisa mengalahkan anak-anak Tuhan..

 

 


Apakah kamu sudah menentukan pilihanmu? Apakah kamu mau mengeluh seperti Bangsa

Israel atau mengeluh seperti Daud? 

 


"Pandanglah kiranya, jawablah aku, ya TUHAN, Allahku! Buatlah mataku bercahaya, supaya jangan aku tertidur dan mati, supaya musuhku jangan berkata: "Aku telah mengalahkan dia," dan lawan-lawanku bersorak-sorak, apabila aku goyah. Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku." Mazmur 13:4-6

Daud pun mengakhiri komplainnya dengan iman kepercayaan pada Tuhan.. Daud masuh mengharapkan jawaban dari Tuhan.. Daud mengharapkan tuntunan dari Tuhan.. Daud mengharapkan walaupun masalah belum selesai, matanya tetap memandang dengan benar kepada Tuhan dan imannya tidak tertidur dan mati.. Daud pun dengan tegas menyatakan imannya bahwa ia percaya kepada kasih dan kesetiaan Tuhan.. Bahkan dengan iman, hatinya bersorak-sorak karena dengan iman ia percaya bahwa Tuhan sudah menyelamatkan dia.. Daud pun mau menyanyi untuk Tuhan di tengah kesesakannya karena Tuhan sudah banyak berbuat baik kepada dia..

 


Berapa banyak pertolongan dan berkat yang sudah Tuhan berikan kepadamu? Apakah kamu bisa mengingatnya dan memuji Tuhan karena perbuatan baik yang sudah Tuhan lakukan kepadamu?

 


Masalah boleh ada.. Komplain pada Tuhan boleh asal seperti Daud.. Bukan komplain soal masalah.. Bukan berfokus pada keinginan diri sendiri.. Tetapi boleh komplain dengan kerendahan hati menerima proses Tuhan dan diakhiri dengan meminta pertolongan Tuhan untuk menguatkan iman kita dan tetap bersyukur dan memuji Tuhan karena iman bahwa Tuhan telah menyelamatkan dan telah banyak berbuat baik kepada kita..

Ilustrasiku adalah sebagai berikut.. Apakah kita komplain karena masalah kehilangan uang sebesar satu juta rupiah padahal Tuhan sudah memberi kita uang sebesar satu trilliun rupiah?

Mari baca kembali artikel Sing a Gratitude dan Mengapa Harus Senantiasa Bersukacita?


 

Jesus bless you (^o^)/

Categories: Refleksi

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

5 Comments

Reply Cialis pills
5:01 AM on March 25, 2018 
Excellent read, I just passed this onto a colleague who was doing some research on that. And he actually bought me lunch since I found it for him smile Thus let me rephrase that: Thanks for lunch!
Reply JessieReock
9:42 PM on December 8, 2017 
A Biological Masterpiece, But Subject to Many Ills
The human foot is a biological masterpiece. Its strong, flexible, and functional design enables it to do its job well and without complaint?if you take care of it and don't take it for granted.
healthThe foot can be compared to a finely tuned race car, or a space shuttle, vehicles whose function dictates their design and structure. And like them, the human foot is complex, containing within its relatively small size 26 bones (the two feet contain a quarter of all the bones in the body), 33 joints, and a network of more than 100 tendons, muscles, and ligaments, to say nothing of blood vessels and nerves.
https://www.cialissansordonnancefr24.com/achat-de-cialis-sans-ord
onnance/
Reply Caseylooms
12:06 AM on September 24, 2017 
url=https://www.viagrapascherfr.com/ says...
Show more...
Reply CaseyBak
1:50 PM on September 23, 2017 
url=https://www.viagrapascherfr.com/ says...
Click here...
Reply Charlesspusa
11:43 AM on September 23, 2017 
url=https://www.viagrapascherfr.com/ says...
Click here!..

Subscribe To Our Site

Visit us on Facebook


Our partner


Recent Videos

221 views - 0 comments
279 views - 0 comments
278 views - 0 comments
333 views - 0 comments